Selasa, 18 Juni 2019

KONTAK PERKASA - Selepas Melemah 4 Hari Beruntun, Hari Ini IHSG Bangkit!


PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 18/06/2019 - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit pascajatuh selama 4 hari beruntun. Pada pembukaan perdagangan Selasa ini (18/6/2019), IHSG menguat 0,07% ke level 6.195,13. Pada pukul 09:20 WIB, IHSG telah memperlebar penguatan menjadi 0,33% ke level 6.210,77.

KONTAK PERKASA

Kinerja IHSG berbanding terbalik dengan mayoritas bursa saham utama kawasan Asia yang justru sedang ditransaksikan di zona merah: indeks Nikkei amblas 0,25%, indeks Shanghai turun 0,33%, dan indeks Hang Seng turun 0,05%. Sementara itu, indeks Straits Times dan indeks Kospi ditransaksikan menguat masing-masing sebesar 0,68% dan 0,25%.

Sentimen negatif yang menyelimuti perdagangan di bursa saham Benua Kuning adalah potensi eskalasi perang dagang AS-China. Pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dengan dengan Presiden China Xi Jinping di gelaran KTT G-20 pada akhir bulan ini di Jepang masih juga belum jelas. 




Semakin mendekati akhir bulan Juni, belum ada kepastian jika keduanya akan bertemu, walau memang Washington masih ingin kedua pemimpin negara bertemu guna membuka jalan menuju damai dagang.

"Namun belum ada proses formalisasi," ujar Lawrence Kudlow, Penasihat Ekonomi Gedung Putih, mengutip Reuters.

Sebelumnya, pejabat senior di lingkungan pemerintahan China mengungkapkan bahwa Beijing bahkan belum melakukan apapun terkait rencana pertemuan Trump-Xi. 

"Bagi China, yang penting adalah protokol dan bagaimana beliau dihormati. China tidak ingin Xi pergi ke sebuah pertemuan yang akan mempermalukan dirinya," tegas sang pejabat, dikutip dari Reuters.


Sekedar mengingatkan, Trump sebelumnya sudah mengancam bahwa dirinya akan akan membebankan bea masuk tambahan bagi produk impor asal China jika Xi sampai tak menemuinya di sela-sela KTT G-20 nanti.

Memang, Trump mencoba meredakan suasana dengan menyuarakan optimismenya bahwa pada akhirnya AS-China akan mampu mengesampingkan segala perbedaan dan meneken kesepakatan dagang.

"Pada akhirnya mereka akan meneken kesepakatan," kata Trump dalam wawancara dengan Fox News Channel pada hari Jumat (14/6/2019) waktu setempat, dilansir dari Channel News Asia.

Namun, hal tersebut ternyata tak cukup untuk meredakan kekhawatiran pelaku pasar. Pasalnya, kemungkinan besar perang dagang akan tetap tereskalasi terlebih dahulu.

Senin, 17 Juni 2019

PT KONTAK PERKASA - Investor Wait and See, Harga Emas Tetap Tinggi


PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 17/06/2019 -  Pergerakan harga emas masih terbatas dengan kecenderungan melemah seiring dengan pengumuman penjualan ritel Amerika Serikat (AS) yang gemilang. Sementara risiko eskalasi perang dagang AS-China masih membuat aset-aset safe haven, termasuk emas, memiliki daya tarik bagi investor.
PT KONTAK PERKASA

Pada Senin (17/6/2019) pukul 10:00 WIB, harga emas kontrak pengiriman Agustus di bursa New York Commodity Exchange (COMEX) turun tipis 0,05% ke posisi US$ 1.342,8/troy ounce. Sedangkan harga emas di pasar spot terkoreksi terbatas 0,07% menjadi US$ 1.340,36/troy ounce.

Akhir pekan lalu (14/6/2019), Kementerian Perdagangan AS mengumumkan pertumbuhan penjualan ritel Mei sebesar 0,5% month-on-month. Meskipun sedikit berada di bawah prediksi konsensus yang sebesar 0,6%, tetapi penjualan ritel April direvisi menjadi positif 0,3% dari yang sebelumnya negatif 0,2%.




Perubahan tersebut lantas membuat perhitungan investasi juga ikut berubah. Kekhawatiran pelaku pasar akan kondisi ekonomi AS yang semakin memburuk dapat sedikit diredam.

Data tersebut juga semakin memperkuat keyakinan bahwa pada pengumuman hasil rapat Bank Sentral AS, The Federal Reserves/The Fed, suku bunga acuan  ditahan di kisaran 2,25%-2,5%.

Mengutip FedWatch CME per 17 Juni 2019, probabilitas The Fed menahan suku bunga pada bulan ini mencapai 80,8% atau naik dari posisi akhir pekan lalu yaitu 76,7%. Bila suku bunga tidak berubah, artinya kekuatan dolar AS dapat dipertahankan. Setidaknya untuk sementara waktu. Alhasil pelaku pasar masih cenderung wait and see menunggu kepastian arah gerak suku bunga.

Di sisi lain, nasib hubungan dagang AS-China yang masih tak jelas juga memberikan sokongan energi positif pada harga emas. Hingga saat ini, pertemuan antara Presiden AS, Donald Trump dan Presiden China, Xi Jinping belum pasti.

Trump berkali-kali menyatakan kemungkinan pertemuannya dengan Jinping di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada 28-29 Juni 2019 nanti. Namun pemerintah China belum mengonfirmasi rencana tersebut.

Bila sampai tidak ada perkembangan yang positif terkait perundingan dagang, eskalasi perang bea impor bisa terjadi lagi.

Kantor Perwakilan Dagang AS akan melakukan jajak pendapat dengan melibatkan pengusaha ritel, perusahaan manufaktur, dan pelaku bisnis lainnya terkait rencana penetapan bea masuk 25% pada produk China senilai US$ 325 miliar. Sebelumnya, produk-produk tersebut bebas tarif alias bukan merupakan objek perang dagang. Jajak pendapat akan berlangsung selama 7 hari.

Sudah ada gejala-gejala bahwa tarif baru bisa saja ditetapkan oleh AS. Kalau benar diberlakukan, China sudah pasti akan membalas dengan langkah serupa.

Sekali lagi aliran perdagangan global akan terhambat, mengingat AS dan China merupakan negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Perlambatan ekonomi dunia akan semakin sulit untuk dihentikan.

Smber : cnbcnews

Jumat, 14 Juni 2019

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Tahun Depan, Sri Mulyani Bilang Rupiah Bisa ke Rp 15.000/US$


PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 14/06/2019 - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bisa mencapai kisaran Rp 15.000. Hal itu disampaikan Menkeu saat rapat bersama DPR Komisi XI, pada Kamis kemarin. 

Menurut Menkeu, kisaran rupiah sebesar itu dinilai karena pengaruh faktor eskalasi perang dagang AS-China dan iklim investasi. Defisit neraca berjalan yang masih dialami Indonesia juga ikut mempengaruhi nilai tukar rupiah.

"Kita memiliki defisit neraca berjalan yang menimbulkan konsekuensi nilai tukar rupiah berpengaruh," ungkapnya di Gedung DPR Komisi XI, Kamis (13/6/2019).

KONTAK PERKASA
Sri Mulyani mengungkapkan ketidakpastian ekonomi masih cukup besar membuat proyeksi ekonomi global tumbuh terbatas.

"2020 itu [harga] komoditas agak flat. Perang dagang yang belum terlihat perkembangan positifnya juga berpengaruh," tuturnya.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Gedung DPR, Selasa pekan ini, juga mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 akan ditopang permintaan domestik yang meningkat dan kinerja sektor eksternal yang mulai membaik. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 berpotensi di kisaran 5,1% hingga 5,5%.

"Konsumsi diperkirakan tumbuh tetap tinggi dan investasi di perkirakan akan tumbuh meningkat," ujar Perry Warjiyo di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (11/5/2019).

Lebih lanjut, Menkeu mengatakan 
faktor yang mendorong positif terhadap nilai tukar rupiah ialah arah kebijakan moneter bank sentral AS, The Fed, yang diperkirakan akan melakukan penurunan suku bunga pada paruh terakhir tahun ini.


Pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan akan menjadi daya tarik tersendiri untuk menarik masuknya arus dana modal asing.
 "Dan capital inflow [aliran modal masuk] karena perbaikan sentimen ekonomi Indonesia dengan rating yang meningkat dan daya tarik pertumbuhan Indonesia lebih tinggi dibanding negara emerging lain," ujarnya.
Sri Mulyani memberikan kisaran asumsi makro pada 2020 yang menjadi acuan penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020.

Berikut range asumsi makro untuk 2020 :
- Pertumbuhan Ekonomi 5,3-5,6%- Pertumbuhan Investasi 7-7,4%- Inflasi 2-4%- Suku bunga SPN 3 Bulan 5-5,6%- ICP US$ 60-70 barel per hari- Lifting Minyak 695.000-840.000 barel per hari- Lifting Gas 1.091.000-1.300.000 per hari

Smber : cnbcnews

Kamis, 13 Juni 2019

PT KONTAK PERKASA - Bos OJK: Kalau Bunga BI Turun, Pengusaha Lebih Kondusif


PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 13/06/2019 - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso cukup lantang menyuarakan agar Bank Indonesia (BI) bisa menurunkan bunga acuannya.

Ternyata, hal ini dilakukan agar nantinya suku bunga kredit juga bisa ikut turun.

"Kalau komunikasi kebijakan suku bunga biarkan BI. Tapi ya (bank berharap) pasti semua berharap dengan bunga turun kan jadi lebih kondusif untuk pengusaha," kata Wimboh di Kompleks Istana Negara, Rabu (13/6/2019).
PT KONTAK PERKASA


Dengan turunnya bunga acuan BI, Wimboh berharap suku bunga kredit perbankan bisa ikut turun.

Bos OJK: Kalau Bunga BI Turun, Pengusaha Lebih KondusifFoto: Ketua DK OJK Wimboh Santoso (CNBC Indonesia/Rahajeng KH)

Sejumlah pejabat negara sudah menyuarakan wacana agar MH Thamrin mempertimbangkan penurunan suku bunga acuan. Selain Wimboh Santoso, ada juga Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. 

"Pada saat kondisinya berubah di negara negara maju, termasuk direction kebijakan moneter dan adanya tanda-tanda pelemahan ekonomi, saya rasa BI juga akan melakukan adjustment atau penyesuaian dari stance monetary policy-nya. Bagaimana BI akan melakukan, saya tentu hormati BI karena mereka akan menggunakan policy suku bunga dan makroprudensial," kata Sri Mulyani.

Rabu, 12 Juni 2019

KONTAK PERKASA FUTURES - Galaunya The Fed Antar Rupiah Jadi Nomor 1 Asia


PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 12/06/2019 - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS)belum kunjung bosan menguat di perdagangan pasar spot. Situasi eksternal yang suportif membuat rupiah dan mata uang utama Asia ramai-ramai menguat. 

KONTAK PERKASA FUTURES

Pada Rabu (12/6/2019), US$ 1 dibanderol Rp 14.220 kala pembukaan pasar spot. Rupiah menguat 0,11% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.  
Jika penguatan ini bertahan sampai penutupan pasar, maka rupiah resmi menguat selama empat hari perdagangan beruntun. Sesuatu yang kali terakhir terjadi pada 23-28 Mei. 



Rupiah bergerak searah dengan mata uang utama Asia yang berhasil menguat di hadapan dolar AS. Hanya won Korea Selatan dan dolar Singapura yang masih tertinggal di zona merah. 

Bahkan dengan apresiasi 0,11%, rupiah mampu keluar menjadi mata uang terbaik di Asia. D
isusul oleh peso Filipina di posisi runner-up dan baht Thailand di peringkat ketiga.
Berikut perkembangan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama Asia pada pukul 08:11 WIB: 

Selasa, 11 Juni 2019

PT KONTAK PERKASA - AS-China Masih Panas, Investor Berburu Emas


PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 11/06/2019 - Kecemasan investor akan kepastian pertemuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di sela-sela KTT G20 mendatang membuat harga emas merangkak naik. Pasalnya, hubungan kedua negara masih panas.

Pada perdagangan Selasa (11/6/2019) pukul 09:00 WIB, harga emas kontrak pengiriman Agustus di bursa New York Commodity Exchange (COMEX) menguat 0,29% menjadi US$ 1.333,1/troy ounce. Adapun harga emas di pasar spot naik 0,11% ke US$ 1.329,49/troy ounce.

Kemarin, harga emas COMEX dan spot anjlok masing-masing sebesar 1,25% dan 0,96%. Penyebab utamanya adalah risiko perang dagang AS-Meksiko yang akhirnya sirna, untuk sementara waktu.


Pemerintahan Trump telah menunda pengenaan bea impor atas produk Meksiko setelah adanya kesepakatan soal penanganan imigran ilegal. Meksiko dan AS sepakat untuk memperluas program Migration Protection Protocols (MPP). Protokol tersebut membuat warga Meksiko yang ingin mencari suaka ke AS harus menunggu di negara asal sampai urusan mereka selesai.

Selain itu Meksiko juga telah setuju untuk menempatkan personel keamanan untuk menjaga perbatasan, yang diketahui merupakan jalur utama imigran gelap.

Kini pelaku pasar kembali fokus pada isu yang jauh lebih besar, yaitu perang dagang AS-China. Trump kemarin mengatakan bahwa dirinya sangat siap untuk memberlakukan bea impor baru terhadap produk China apabila tidak ada kesepakatan yang dibuat pada pertemuan G20 mendatang.

"Ketegangan akan tetap ada di pasar hingga pertemuan negara G20. Tidak ada garansi bahwa masalah tersebut [perang dagang AS-China] akan membaik meskipun pimpinan kedua negara menggelar pertemuan," ujar Masahiro Ichikawa, strategis senior Sumitomo Mitsui DS Asset Management, mengutip Reuters.

Pada bulan lalu, AS dikabarkan telah mengkaji dampak penerapan bea impor 25% atas produk China senilai US$ 300 miliar terhadap perekonomian domestik. Bila, sekali lagi, perang dagang AS-China mengalami eskalasi maka dampaknya juga akan mendunia. Ekonomi global akan tumbuh lebih lambat dari yang sudah lambat. 

Di tengah kondisi yang serba tak pasti seperti ini, investor akan cenderung menahan emas, bahkan membeli lebih banyak. Pasalnya emas seringkali dijadikan pelindung nilai (hedging) karena nilainya yang relatif stabil.
smbr: cnbcnews

Senin, 10 Juni 2019

KONTAK PERKASA - Tak Ada Pesaing, Rupiah Menguat Sendirian di Asia!


PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 10/06/2019 - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS)masih menguat di perdagangan pasar spot sampai tengah hari ini. Namun rilis data inflasi membuat rupiah agak limbung. 

Pada Senin (10/6/2019) pukul 12:00 WIB, US$ 1 dibanderol Rp 14.240. Rupiah menguat 0,21% dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelum libur panjang Idul Fitri. 
Kala pembukaan pasar, penguatan rupiah masih 0,49%. Namun seiring perjalanan pasar, apresiasi rupiah terus berkurang meski tidak sampai jatuh ke zona merah. 

Berikut perkembangan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah hingga tengah hari ini: 

Gerak rupiah terhambat karena rilis data inflasi. Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi Mei sebesar 0,68% secara bulanan (month-on-month/MoM). Sementara inflasi tahunan (year-on-year/YoY) ada di 3,32% dan inflasi inti YoY adalah 3,12%. 
Data ini di atas ekspektasi pasar. Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan inflasi bulanan berada di 0,53%. Sementara inflasi YoY diramal 3,165% dan inflasi inti YoY sebesar 3,08%. 
Sedangkan konsensus yang dihimpun Reuters memperkirakan inflasi bulanan sebesar 0,54%. Kemudian inflasi tahunan ada di 3,17% dan inflasi inti YoY adalah 3,07%. 
Dengan inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan artinya nilai tukar mata uang berpotensi tergerus inflasi. Berinvestasi di rupiah menjadi kurang menarik sehingga ada terjadi sedikit tekanan jual. 
Akan tetapi, rupiah masih sangat beruntung karena mata uang Asia lainnya melemah di hadapan dolar AS. Ya, rupiah menjadi satu-satunya mata uang yang menguat sehingga otomatis menjadi yang terbaik di Benua Kuning. 
Berikut perkembangan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama Asia pada pukul 12:09 WIB: 

Jumat, 31 Mei 2019

Kontak Futures - Emas Tertinggi 3 Bulan Imbas Pernyataan Jerome Powell


KONTAK FUTURES BALI - Emas stabil di dekat level tertingginya tiga bulan setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengisyaratkan keterbukaan untuk penurunan suku bunga dan karena meningkatnya perang perdagangan AS-China.

Spot emas menguat 0,1% menjadi $ 1,326.26 per ons pada jam 9:17 di Hong Kong. Harga menyentuh $ 1,329.14 pada hari Selasa, tertinggi sejak 27 Februari.Indeks Bloomberg Dollar Spot naik 0,1%.

Powell mengisyaratkan keterbukaan untuk memangkas suku bunga jika perlu, berjanji untuk terus mencermati dampak dari serangkaian pertikaian yang semakin dalam antara AS dan mitra dagang terbesarnya.

Hal itu mengikuti komentar dari Presiden Fed St. Louis James Bullard pada hari Senin bahwa penurunan suku bunga dapat segera dijamin. Investor telah memperjelas bahwa mereka mengharapkan pengurangan setengah poin persentase dari The Fed tahun ini - KONTAK FUTURES

Sumber : Bloomberg

Rabu, 29 Mei 2019

PT Kontak Perkasa - Emas Turun Imbas Ketidaksiapan Perdagangan


PT KONTAK PERKASA BALI
- Emas turun seiring dolar rebound pasca Presiden Donald Trump mengatakan pada Senin bahwa AS tidak siap untuk membuat kesepakatan perdagangan dengan China.

Tarif Amerika untuk barang-barang Cina "bisa naik sangat, sangat besar, sangat mudah," kata Trump saat kunjungan kenegaraan ke Jepang.

Komentarnya muncul pasca pembicaraan perdagangan antara kedua negara terhenti awal bulan ini. Dengan masing-masing pihak menyalahkan yang lain, dan Trump mengancam miliaran lebih dalam tarif, ketidakpastian memperkeruh prospek pertumbuhan global.

Spot emas turun 0,1% menjadi $ 1,284.30 / oz pada pukul 9:20 pagi waktu Singapura, sementara itu Spot perak melemah 0,2%, Platinum naik 0,6%, Palladium stabil - PT KONTAK PERKASA

Sumber : Bloomberg

Selasa, 28 Mei 2019

Kontak Perkasa Futures - Utusan AS Lakukan Kunjungan Langka Ke Tibet


KONTAK PERKASA FUTURES BALI - Duta Besar AS untuk China Terry Branstad mendesak Beijing untuk melakukan dialog substantif dengan pemimpin Buddha Tibet di pengasingan, Dalai Lama, kata seorang juru bicara Kedutaan AS, Sabtu (25/5).

Branstad memberikan pernyataan tersebut saat melakukan lawatan langka ke Tibet.

Dubes Branstad juga "menyatakan keprihatinan terkait campur tangan pemerintah China dalam kebebasan beragama umat Buddha Tibet untuk mengorganisir dan mempraktikkan keyakinan mereka," kata pernyataan kedutaan.

Utusan AS itu juga mengangkat keprihatinan sejak lama mengenai kurangnya akses yang konsisten ke Wilayah Otonomi Tibet.

China membatasi akses ke Tibet bagi warga asing, terutama jurnalis dan diplomat. Tapi, dalam sebuah perjalanan yang diadakan oleh pemerintahan Wilayah Otonomi Tibet, Branstad diberi akses ke tempat-tempat religius dan budaya penting, termasuk Istana Potala, Kuil Jokhang, Norbulingka, dan Biara Sera di ibu kota Tibet, Lhasa. Dia juga bertemu dengan para pemimpin agama dan budaya Tibet, kata kedutaan.

Selain itu, Branstad juga mengunjungi Provinsi Qinghai di dekatnya. Qinghai termasuk wilayah Tibet, yang juga dijuluki Amdo dan merupakan tempat kelahiran Dalai Lama, pemimpin Buddha Tibet yang kini tinggal di pengasingan - KONTAK PERKASA FUTURES

Sumber : VOA

Senin, 27 Mei 2019

Kontak Perkasa - Menlu AS Tuduh Huawei Technologies Berbohong



KONTAK PERKASA BALI - Menteri Luar Negeri Amerika Mike Pompeo menuduh perusahaan raksasa telekomunikasi China Huawei Technologies berbohong tentang hubungan perusahaan dengan pemerintah Beijing.

Dalam wawancara dengan jaringan televisi CNBC, Pompeo mengatakan Huawei ‘tidak saja terikat dengan pemerintah tetapi juga dengan Partai Komunis China. Adanya koneksi itu membuat informasi Amerika yang melintas jaringan itu berisiko’.

Huawei, pembuat terbesar perlengkapan jaringan telekomunikasi di dunia tergolong teratas dalam teknologi 5G. Dan sedang berusaha memenangkan kontrak untuk membangun jaringan global yang membuat Internat lebih cepat.

Pekan lalu pemerintah Amerika melarang perusahaan Amerika melakukan bisnis dengan Huawei sehingga memperpanas perang dagang antara kedua negara raksasa ekonomi ini.

CEO Huawei Ren Zhengfei tetap menandaskan perusahaannya tidak akan berbagai rahasia dan tidak dikontrol pemerintah Beijing. Juga mengatakan tidak punya hubungan kerja dengan pemerintah Beijing penegasan yang dibantah oleh Pompeo - KONTAK PERKASA

Sumber : VOA

Jumat, 24 Mei 2019

Kontak Futures - Jepang Hentikan Peluncuran Telepon 5G Huawei


KONTAK FUTURES BALI - Perusahaan telepon seluler Inggris dan Jepang mengatakan, mereka menunda rencana untuk menjual perangkat baru Huawei, dalam perselisihan terbaru atas pembatasan teknologi AS yang ditujukan untuk perusahaan China itu.

Jaringan seluler EE dan Vodafone dari Inggris serta KDDI dan Y! Mobile milik Jepang mengatakan, mereka akan menghentikan peluncuran telpon pintar Huawei, termasuk beberapa yang dapat digunakan pada jaringan seluler generasi berikutnya, di tengah-tengah ketidakpastian tentang perangkat dari pembuat telpon pintar nomor 2 di dunia itu.

Pemerintah AS minggu lalu membatasi penjualan teknologi ke pemasok peralatan telekomunikasi China karena risiko keamanan yang dituduhkan, meskipun perusahaan telkom mendapat tenggang waktu 90 hari untuk mencari pemasok lain. Larangan penjualan itu adalah bagian dari perang dagang yang meluas antara AS dan China.

Pembuat chip ponsel Inggris, Arm mengatakan secara terpisah bahwa pihaknya mematuhi aturan AS, setelah BBC melaporkan mereka menangguhkan bisnis dengan Huawei, sebuah langkah yang menghambat kemampuan perusahaan teknologi China itumemproduksi chip untuk perangkat barunya - KONTAK FUTURES

Sumber : VOA

Kamis, 23 Mei 2019

PT Kontak Perkasa Futures - Emas Dekati Level Terendah Jelang Fed


PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI - Emas beringsut lebih rendah pada hari Rabu untuk melayang mendekati level terendah dua pekan, karena dolar yang lebih kuat dan tanda-tanda pelonggaran Sino-AS mengurangi permintaan bullion menjelang risalah dari pertemuan terbaru Federal Reserve AS.

Harga spot emas naik 0,1% lebih rendah ke level $1,273.70 per ons pada 02.39 GMT. Pada sesi sebelumnya, logam jatuh ke level $1,268.97, terendah sejak 3 Mei.

Emas berjangka AS tidak berubah pada $1.273,30 per ons.

Dolar melayang di dekat tertinggi empat pekan yang ditopang oleh kenaikan pada imbal hasil AS semalam setelah Amerika Serikat melonggarkan pembatasan perdagangan pada pembuat peralatan telekomunikasi China Huawei Technologies.

Di antara logam mulia lainnya, perak stabil di $14,44 per ons. Platinum tidak berubah pada $813,80 per ons, sementara paladium naik tipis 0,1% menjadi $1,320.50 per ons - PT KONTAK PERKASA FUTURES

Sumber : CNBC

Rabu, 22 Mei 2019

PT Kontak Perkasa - Saham Teknologi Naik Di Wall Street Setelah Huawei Menguat


PT KONTAK PERKASA BALI - Saham AS naik, terangkat oleh rebound pada saham teknologi, karena langkah Washington untuk sementara mengurangi pembatasan pada Huawei Technologies China menenangkan saraf atas memburuknya perang dagang lebih lanjut antara kedua negara.

Pembuat chip, yang mengalami penurunan penjualan pada aksi jual hari Senin, naik setelah Amerika Serikat memberikan lisensi kepada pembuat peralatan telekomunikasi China untuk membeli barang-barang A.S. hingga 19 Agustus.

Indeks Philadelphia Semiconductor naik 2,27% dan berada di jalur untuk mengakhiri penurunan tiga hari. Saham pemasok Huawei seperti Intel Corp, Qualcomm Inc, Xilinx Inc dan Broadcom Inc naik antara 2,4% dan 4%.

Sektor teknologi S&P 500 yang lebih luas naik 1,33%, terbesar di antara 10 sektor S&P utama yang diperdagangkan lebih tinggi.

Pada pukul 11:09 ET, Dow Jones Industrial Average naik 155,07 poin, atau 0,60%, pada level 25.834,97. S&P 500 naik 24,02 poin, atau 0,85%, di level 2.864,25 dan Nasdaq Composite naik 83,46 poin, atau 1,08%, pada level 7.785,84 - PT KONTAK PERKASA

Sumber : Reuters