KONTAK PERKASA FUTURES - Data inflasi dari Amerika Serikat (AS) secara konsisten menjadi salah satu faktor paling signifikan yang menggerakkan harga emas global. Ketika angka inflasi AS tinggi, hal ini seringkali memicu kekhawatiran tentang penurunan nilai mata uang dolar dan daya beli, sehingga mendorong investor untuk beralih ke emas sebagai aset lindung nilai. Fenomena ini telah diamati berulang kali sepanjang tahun 2025, dengan setiap rilis data CPI (Consumer Price Index) yang memicu reaksi di pasar trading emas.
Investor di Jakarta dan seluruh dunia memantau ketat setiap laporan inflasi AS karena dampaknya yang langsung. Kenaikan inflasi yang persisten seringkali mendorong Federal Reserve (The Fed) untuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga, yang secara teori dapat menekan harga emas karena meningkatkan daya tarik aset berpendapatan tetap. Namun, jika inflasi tetap tinggi dan The Fed gagal menahannya, daya tarik emas sebagai aset anti-inflasi justru akan meningkat - HARGA EMAS HARI INI
Oleh karena itu, bagi trader yang ingin sukses di pasar emas, memahami hubungan kompleks antara inflasi AS, kebijakan moneter The Fed, dan pergerakan harga emas adalah krusial. Mengikuti kalender ekonomi dan menganalisis dampaknya akan memberikan keunggulan kompetitif. Emas akan terus menjadi barometer sentimen pasar terhadap prospek ekonomi global - KONTAK PERKASA FUTURES BALI
Sumber : newsmaker.id

Tidak ada komentar:
Posting Komentar