Kamis, 18 Juli 2019

KONTAK PERKASA - Data Ekonomi AS Belum Puaskan Fed, Emas Bisa Bersinar Lagi

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 18/07/2019 - Harga emas terkoreksi turun pada perdagangan Kamis (18/7/19) setelah menguat tajam pada Rabu kemarin. Rilis Beige Book oleh bank sentral AS (The Federal Reserves/The Fed) memberikan tekanan bagi dolar AS yang mendorong kenaikan harga logam mulia

Beige Book adalah gambaran aktivitas ekonomi terkini yang dikumpulkan dari berbagai negara bagian.

Secara umum, aktivitas ekonomi di Negeri Adidaya pada pertengahan Mei hingga awal Juli dilaporkan masih meningkat tetapi dalam laju yang terbatas. Padahal, data ekonomi AS seperti data tenaga kerja, inflasi dan penjualan ritel cenderung positif. 

Namun, rupanya semua itu masih belum cukup bagus bagi The Fed. Gubernur The Fed Jerome Powell tidak mengubah sikapnya. Saat berbicara di Paris pada Selasa tengah malam Powell kembali menegaskan akan "bertindak sesuai kebutuhan" untuk mempertahankan ekspansi pertumbuhan ekonomi AS.



Pelaku pasar kini kembali meyakini bahwa The Fed akan memangkas suku bunga tiga kali di tahun ini. Yang paling dekat pemangkasan akan dilakukan pada 31 Juli (1 Agustus waktu Indonesia), kemudian dua lagi di bulan September dan Desember. 

Pada pukul 13:37 WIB, emas diperdagangkan di level US$ 1.423 per troy ounce, melansir data investing.com.


Analisis Teknikal 
Data Ekonomi AS Grafik: Emas (XAU/USD) Harian
Sumber: investing

Melihat grafik harian, emas yang disimbolkan XAU/USD masih bergerak di kisaran rerata pergerakan (Moving Average/MA) MA 8 hari (garis biru), MA 21 hari (garis merah), tetapi masih di atas MA 125 hari (garis hijau). 

Indikator rerata pergerakan konvergen divergen (MACD) di wilayah positif tetapi bergerak turun dan histogram masih di wilayah negatif.

Data Ekonomi AS Grafik: Emas (XAU/USD) 1 Jam
Sumber: investing
Pada time frame 1 menit, emas bergerak di bawah MA 8, tetapi di atas MA 21 dan MA 125. Indikator Stochastic bergerak turun menjauhi wilayah jenuh beli (overbought). 

Penguatan signifikan emas kemungkinan akan membatas arah naik pada hari ini, dengan resisten (tahanan atas) terdekat berada di level US$ 1.426. Selama tertahan di bawah resisten, emas berpotensi melemah ke level US$ 1.421. Penembusan di bawah level tersebut akan membuka peluang turun ke area US$ 1.416. 

Sementara, jika mampu menembus resisten, logam mulia berpeluang menguat kembali ke area US$ 1.432 per troy ounce.

Smber : cnbcnews

Rabu, 17 Juli 2019

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Dibuat Bingung Data Ekonomi AS & The Fed, Emas Mau Ke Mana?


PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 17/07/2019 - Harga emas dunia kembali melemah pada perdagangan Rabu (17/7/19), data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang bagus memberikan terkanan bagi logam mulia. 

Departemen Perdagangan AS melaporkan data penjualan ritel dan penjualan ritel inti (tidak memasukkan sektor otomotif dalam perhitungan) naik masing-masing 0,4% month-on-month (MoM), lebih tinggi dari prediksi di Forex Factory sebesar 0,1%.

Data itu menunjukkan ekonomi AS masih menunjukkan kinerja bagus di akhir kuartal-II 2019, apalagi melihat data tenaga kerja dan inflasi sebelumnya. 

Data penjualan ritel yang terkait dengan belanja konsumen merupakan komponen yang berkontribusi sekitar 68% terhadap produk domestik bruto (PDB). Sehingga tingginya penjualan ritel bisa jadi akan positif bagi PDB AS periode April-Juni.

Hal ini tentunya jadi pertimbangan bagi bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) untuk memutuskan apakah akan memangkas atau mempertahankan suku bunga pada 31 Juli (1 Agustus WIB)

Namun meski data dari AS masih positif, tetap saja ketua The Fed Jerome Powell tidak mengubah sikapnya. Saat berbicara di Paris tengah malam tadi Powell kembali menegaskan akan "bertindak sesuai kebutuhan" untuk mempertahankan ekspansi pertumbuhan ekonomi AS. 

Sikap Powell tersebut menjadi indikasi kuat suku bunga akan dipangkas akhir bulan nanti, sesuai dengan prediksi pelaku pasar. Tetapi sepertinya yang pelaku pasar masih ingin melihat gambaran lebih jelas, berapa kali sebenarnya bank sentral paling powerful di dunia ini akan melakukan pemangkasan di tahun ini. 

Emas merupakan aset tanpa imbal hasil, sehingga semakin rendah suku bunga di AS dan secara global, akan memberikan keuntungan yang lebih besar dalam memegang aset emas. 

Logam mulia juga sangat terkait dengan nilai tukar dolar AS. Kala greenback melemah, maka harga emas akan naik karena emas adalah komoditas yang dibanderol dengan dolar AS. Karenanya, spekulasi pemangkasan suku bunga The Fed sangat mempengaruhi pergerakan emas. Pada pukul US$ 1.405,22 per troy ounce.

Analisis Teknikal 

Dibuat Bingung Data Ekonomi AS dan The Fed, Emas Mau Kemana? Grafik: Emas (XAU/USD) Harian
Foto: investing


Emas mencapai target penurunan US$ 1.405 pada perdagangan Selasa kemarin. Melihat grafik harian, emas yang disimbolkan XAU/USD masih bergerak di kisaran rerata pergerakan (Moving Average/MA) MA 8 hari (garis biru), MA 21 hari (garis merah), tetapi masih di atas MA 125 hari (garis hijau). 

Indikator rerata pergerakan konvergen divergen (MACD) di wilayah positif tetapi bergerak turun dan histogram masih di wilayah negatif.

Dibuat Bingung Data Ekonomi AS dan The Fed, Emas Mau Kemana? Grafik: Emas (XAU/USD) 1 Jam
Foto: investing

Pada time frame 1 menit, emas bergerak di kisaran MA 8, tetapi di bawah MA 21 dan MA 125. Indikator Stochastic bergerak mendatar di dekat wilayah jenuh jual (oversold). 

Emas masih bergerak di kisaran US$ 1.405 yang menjadi support(tahanan bawah) terdekat. Selama tidak menembus ke bawah level tersebut, logam mulai berpeluang nauk ke area US$ 1.411. Penembusan di atas level tersebut akan membuka peluang ke area US$ 1.416. 

Sebaliknya jika support ditembus, emas berpeluang besar menguji level psikologis US$ 1.400. Jika level tersebut ditembus, emas berpotensi turun US$ 1.396.
Smber: cnbcnews

Selasa, 16 Juli 2019

PT KONTAK PERKASA - Cek Gaes! Saham Antam Untung 17%, Cuan Emasnya Berapa?


PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 16/07/2019 - Kenaikan harga emas global dan emas batangan menjadi salah satu katalis penguatan harga saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam. Investor tampaknya berekspekasi kenaikan harga emas tersebut bisa mendorong kinerja penjualan perseroan. 

Jelang penutupan perdagangan sesi I, Selasa (16/7/2019), harga saham Antam tercatat 1,7% ke level Rp 895/saham. Volume perdagangan saham emiten yang masuk anak usaha PT Inalum (Persero) ini mencapai 68,49 juta, senilai Rp 60,94 miliar. 

PT KONTAK PERKASA – Emas Terpeleset Kena Profit Taking, Tapi Tak Sampai Jatuh Kok


Harga saham Antam tampaknya tahun ini berada di jalur positif, di mana kenaiknnya secara year to date atau tahun berjalan mencapai 17% atau tepatnya 16,99%. 
Hal ini sejalan dengan harga emas dunia. Berdasarkan data Comex harga emas secara year to date naik 10,33%, sedangkan harga di pasar spot naik 10,21%. 

Sementara itu, harga emas batangan produksi Antam dalam pada periode yang sama untuk ukuran 1 gram tercatat naik 5,85%. 

Dalam sepekan terakhir, harga emas dunia sudah naik 1,07%, bahkan penguatannya mencapai 5,5% selama sebulan ke belakang. 

Oleh karena itu, komoditas ini sangat rentan terkena profit takingCuanbesar sudah didapat, sehingga investor bisa melepas emas kapan saja, harga pun terkoreksi. 

Selain itu, penurunan harga emas juga disebabkan oleh dolar AS yang cenderung menguat. Pada pukul 08:51 WIB hari ini, Dollar Index (yang mengukur posisi mata uang greenback ini di hadapan enam mata uang utama dunia) menguat 0,02%. 

Apresiasi dolar AS disebabkan oleh rilis data ekonomi yang positif. Bank sentral AS, Federal Reserves/The Fed New York melaporkan, angka pembacaan awal indeks manufaktur untuk negara bagian New York periode Juli ada di 4,3. Jauh membaik ketimbang Juni yang -8,6. Angka 4,3 juga di atas konsensus pasar yang dihimpun Reuters yaitu 2. 

Data ekonomi AS yang masih bagus ini membuat peluang penurunan suku bunga acuan mengecil, meski probabilitasnya masih sangat tinggi. Mengutip CME Fedwatch, kemungkinan penurunan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin (bps) pada akhir Juli adalah 70,3%. Lebih rendah dibandingkan kemarin yang mencapai 77%. 

Jadi, masih ada harapan The Fed tidak jadi menurunkan suku bunga acuan (walau amat sangat tipis sekali banget). Sebab itu, dolar AS masih mampu menguat meski di rentang terbatas. 

Hubungan emas dan dolar AS adalah berbanding terbalik. Kala dolar AS menguat, emas justru melemah. 

Emas adalah komoditas yang dibanderol dengan dolar AS, sehingga kala greenback menguat maka harga emas menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain. Ini menyebabkan permintaan berkurang sehingga harga mengarah ke selatan.

Sumber : cnbcnews

Senin, 15 Juli 2019

Kontak Perkasa Futures - Pidato Jokowi Bikin Emas Antam Tak Gerak Rp 706.000/gram


PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 15/07/2019 - Harga emas logam mulia acuan yang diproduksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) stagnan pada Senin ini di level Rp 706.000/gram dibanding posisi Sabtu pekan lalu, tidak terdampak dari pidato program pemerintahan Joko Widodo kemarin.

Berdasarkan harga Logam Mulia di gerai Butik Emas LM - Pulo Gadung di situs logammulia milik Antam hari ini (15/7/19), harga tiap gram emas Antam ukuran 100 gram masih sama yaitu pada Rp 65,7 juta dibanding harga akhir pekan lalu. 
 

Stagnannya harga emas Antam itu tidak sejalan dengan harga emas di pasar spot global yang justru menguat akhir pekan lalu menjadi US$ 1.415 per troy ounce. 
Emas Antam kepingan 100 gram lumrah dijadikan acuan transaksi emas secara umum, tidak hanya emas Antam. 

Harga emas Antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.
  


Baca : 

Kontak Perkasa Futures – Jelas! Ekonomi China Nyungsep, Harga Emas Dunia Terbang



Di sisi lain, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga stagnan hari ini pada Rp 635.000 per gram dari posisi akhir pekan lalu.  
Harga itu dapat menunjukkan harga beli yang harus dibayar Antam jika pemilik batang emas bersertifikat ingin menjual kembali investasi tersebut. 
Selain emas Antam biasa, Antam juga menawarkan emas batik dan emas tematik serta menampilkan harga hariannya di situs yang sama. 
Di sisi lain, Antam juga menjual emas batangan dengan dasar ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram di berbagai gerai yang tersedia di berbagai kota, dari Medan hingga Makassar.  
Harga emas ukuran kecil itu biasanya mengindikasikan risiko dan kondisi pasar satu hari kerja sebelumnya. 


Beberapa faktor yang mempengaruhi harga emas adalah nilai tukar rupiah, penawaran-permintaan, permintaan industri emas, isu global, tingkat inflasi, dan tingkat suku bunga.  
Penguatan harga emas Antam biasanya mencerminkan kecenderungan masyarakat untuk memburu emas ritel ketika kondisi tidak kondusif, sehingga mencerminkan fungsi logam mulia sebagai instrumen yang dinilai lebih aman (safe haven) untuk masyarakat di dalam negeri.  Smber : cnbcnews

Jumat, 12 Juli 2019

KONTAK PERKASA - Menggiurkan! Cuan Emas 6 Kali Lebih Besar dari Forex

PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 12/07/2019 - Emas sedang menjadi primadona belakangan ini, harganya melesat tinggi hingga mencapai US$ 1.438 per troy ounce pada 25 Juni lalu. Titik tersebut merupakan yang tertinggi sejak Mei 2013 bagi emas. 

Logam mulia juga menjadi salah satu favorit dalam dunia trading di pasar berjangka atau futures, selain juga trading mata uang atau forexTrading futures merupakan salah satu investasi kategori high risk high return sehingga cukup diminati bagi investor yang berkarakter risk taker




Baik itu trading emas maupun forex harus melalui broker, besarnya transaksi dilihat dari jumlah lot. Untuk membuka 1 lot kontrak standar dibutuhkan modal yang berbeda-beda tergantung berapa leverage (rasio antara dana si trader sendiri dan dana pinjaman) yang digunakan oleh trader. 

Untuk broker di Indonesia biasanya menggunakan leverage sebesar 1:100, sehingga modal atau biasa disebut margin yang diperlukan untuk membuka 1 lot transaksi biasanya sebesar US$ 1.000.

Baca :

Kontak Perkasa – Harga Emas Dunia Sedang Labil, Sekarang Rp 637.036/gram


Perlu diketahui juga dalam trading di pasar berjangka terdapat peluang dua arah, yang artinya bisa mengambil posisi beli (buy) dan jual (sell). Saat harga sedang naik dan mengambil posisi buy akan menghasilkan cuan, dan sebaliknya saat harga sedang turun maka posisi sell yang akan menghasilkan profit.

Berdasarkan data Refinitiv, di akhir 2018 harga emas berada di level US$ 1.282,73, dan mengakhiri perdagangan Kamis (11/7/19) kemarin di level US$ 1.403,60 per troy ounce, yang berarti terjadi kenaikan harga sebesar US$ 120,87. 

Jadi berapa cuan yang dihasilkan saat trading emas? 

Trading 1 lot emas menghasilkan cuan sebesar US$ 100 setiap harga emas bergerak sebanyak US$1. Dengan demikian, jika sejak awal tahun mengambil posisi buy dalam trading emas akan menghasilkan cuansebesar US$ 12.147/lot. Jika di-rupiah-kan, maka cuan yang dihasilkan sekitar Rp 170 juta (kurs Rp 14.060/US$). 

Lantas bagaimana dengan cuan di pasar forex? 

Kita ambil contoh dua pair mata uang yang paling populer di dunia, EUR/USD dan GBP/USD. Baik euro maupun poundsterling mengalami pelemahan melawan dolar AS sejak awal tahun, sehingga posisi sell EUR/USD dan GBP/USD akan menghasilkan cuan.

EUR/USD mengakhir perdagangan 2018 US$ 1,1469 dan mengakhiri perdagangan di level US$ 1,1265, yang berarti ada penurunan sebesar US$ 0,0204 atau dalam dunia forex lazim disebut 204 pip. rading EUR/USD dengan besar 1 lot menghasilkan profit sebesar US$ 10 per 1 pip, sehingga jika mengambil posisi sell sejak awal tahun maka profit yang dihasilkan sebesar US$ 2.040 atau jika di-rupiah-kan menjadi Rp 28 juta. 

Dengan perhitungan yang sama dengan EUR/USD, trading dengan mengambil posisi sell GBP/USD menghasilkan cuan sebesar Rp 30 juta. 

Melihat jauhnya selisih cuan yang dihasilkan antara trading emas dengan forex jika mengambil posisi sejak awal tahun, maka emas memang layak menjadi primadona di tahun ini. 

rading EUR/USD dengan besar 1 lot menghasilkan profit sebesar US$ 10 per 1 pip, sehingga jika mengambil posisi sell sejak awal tahun maka profit yang dihasilkan sebesar US$ 2.040 atau jika di-rupiah-kan menjadi Rp 28 juta. 

Dengan perhitungan yang sama dengan EUR/USD, trading dengan mengambil posisi sell GBP/USD menghasilkan cuan sebesar Rp 30 juta. 

Melihat jauhnya selisih cuan yang dihasilkan antara trading emas dengan forex jika mengambil posisi sejak awal tahun, maka emas memang layak menjadi primadona di tahun ini. Smber: cnbcnews

Kamis, 11 Juli 2019

PT KONTAK PERKASA FUTURES - Peringkat Utang Naik, Harga Saham Antam Langsung Ngegas!


PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 11/07/2019 - Pada perdagangan awal sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham produsen emas, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), sudah melaju 1,22% ke level Rp 830/unit saham yang membuatnya masuk ke dalam jajaran top gainers hari ini, Kamis (11/7/2019).

Hingga pukul 10.18 WIB, volume perdagangan saham Antam sudah mencapai 24,25 juta transaksi dengan total nilai transaksi (turnover) mencapai Rp 20,33 miliar. 

Penguatan harga saham perusahaan seiring dengan diumumkannya kenaikan peringkat utang ANTM oleh lembaga pemeringkat global, Standard & Poors (S&P).

Baca :

PT KONTAK PERKASA FUTURES -Emas Mendapat Dorongan The Fed Setelah Sinyal Positif untuk Pemotongan Suku Bunga


S&P menaikkan Corporate Credit Rating perusahaan dari 'B- dengan prospek positif', menjadi 'B dengan prospek positif' dikarenakan proyeksi pertumbuhan kinerja keuangan yang solid untuk 12 bulan ke depan yang didukung oleh pertumbuhan produksi dan penjualan komoditas.

Peringkat utang 'B (-/+)' bukan termasuk dalam kategori layak investasi. Peringkat ini diberikan kepada entitas yang saat ini diyakini memiliki kapasitas untuk memenuhi komitmen keuangan atas kewajiban yang dimiliki perusahaan. Namun kondisi bisnis, keuangan atau ekonomi yang buruk berpeluang melemahkan kinerja perusahaan untuk memenuhi kewajibannya. 

Lebih lanjut, melansir press release perusahaan, ANTM sedang menyelesaikan konstruksi Proyek Pembangunan Pabrik Feronikel Haltim (P3FH) dengan kapasitas produksi sebesar 13.500 TNi, yang saat ini telah rampung 97%.

Penyelesaian proyek tersebut akan meningkatkan kapasitas produksi feronikel ANTM dari 27.000 TNi menjadi 40.500 TNi per tahun.

Pada kuartal I-2019 perusahaan mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 8,51% secara tahunan menjadi Rp 6,22 triliun, dari Rp 5,73 triliun pada kuartal I tahun lalu. Komoditas emas masih menyumbang proporsi terbesar (63%) dari total pemasukan ANTM.

Akan tetapi, laba bersih perusahaan justru tercatat anjlok 30,12% secara tahunan menjadi Rp 179,69 miliar. Laba perusahaan tertekan karena peningkatan pada pos beban penjualan dan beban umum (dan administrasi) yang masing-masing naik 39,51% dan 31,26% secara tahunan.   Smber : cnbcnews

Rabu, 10 Juli 2019

Kontak Perkasa Futures - Donald Trump Marah ke India, Perang Dagang Jilid II Terjadi?


PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 10/07/2019 - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, Selasa (9/7/2019) mengatakan AS perlu melawan India di bidang perdagangan. Masalahnya mirip seperti situasi awal perang dagang AS dengan China.

Melalui akun Twitternya, Trump mengatakan pengenaan tarif produk impor AS oleh India tidak lagi dapat diterima. Akankah perang dagang terjadi lagi?
"India telah lama memiliki ruang untuk menerapkan bea masuk pada produk-produk Amerika. Ini tidak lagi bisa diterima!" cuit Trump.

KONTAK PERKASA FUTURES
Sebelumnya awal tahun ini, Trump telah mengancam mencabut hak istimewa India dalam perdagangan. Ketentuan itu membebaskan India untuk membayar bea masuk senilai miliaran dolar saat mengekspor produknya ke AS.
"Saya telah menentukan bahwa India belum meyakinkan Amerika Serikat (AS) bahwa mereka akan memberikan akses yang adil dan masuk akal ke pasarnya," kata Trump. 

Mengutip CNBC International, India menerapkan tarif impor berbagai produk AS, seperti sepeda motor Harley-Davidson hingga buah apel yang ditanam di AS.

Pada 5 Juni 2019, Trump mengumumkan telah mencabut pemberian fasilitas pengurangan/pembebasan bea masuk atau Generalized System of Preferences (GSP) bagi India. Pemberian GSP sebelumnya membuat berbagai produk dari India yang nilainya US$5,6 miliar, dapat masuk ke AS tanpa dikenai bea impor.

Langkah ini langsung dibalas oleh India yang mengenakan bea impor yang lebih tinggi terhadap 28 produk asal AS. Produk yang masuk dalam daftar berupa kacang almond, apel, dan kacang walnut.

Kritik terbaru yang dilayangkan Trump itu disampaikan di tengah membaiknya hubungan dagang antara AS dengan China. Akhir bulan lalu kedua pemimpin ekonomi terbesar dunia ini telah sepakat untuk menunda kenaikan tarif pada berbagai produk China. Bahkan, saat ini AS-China telah mulai melanjutkan pembicaraan dagang.

Kedutaan Besar India di Washington, D.C., belum menanggapi permintaan CNBC untuk memberikan komentar.

KONTAK PERKASA FUTURES
Indeks saham iShares MSCI India ETF turun lebih dari 1% di perdagangan premarket, setelah Trump berkicau di Twitter. Namun, indeks saham ini kemudian pulih dan diperdagangkan flat.

Smber : cnbcnews

Selasa, 09 Juli 2019

PT KONTAK PERKASA - Pukul 12:00 WIB: Rupiah Melemah di Rp 14.115/US$


PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 09/07/2019 - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih melemah di perdagangan pasar spot hari ini. Dolar AS jadi keenakan di kisaran Rp 14.100.

PT KONTAK PERKASA

Pada Selasa (9/7/2019) pukul 12:00 WIB, US$ 1 dibanderol Rp 14.115. Rupiah melemah 0,07% dibandingkan posisi penutupan perdagangan hari sebelumnya.
 

PT KONTAK PERKASA
Berikut kurs dolar AS di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF) pada pukul 09:32 WIB: 
PeriodeKurs
1 PekanRp 14.148,5
1 BulanRp 14.203
2 BulanRp 14.257,5
3 BulanRp 14.321,5
6 BulanRp 14.493
9 BulanRp 14.663
1 TahunRp 14.828
2 TahunRp 15.478,4
 
Berikut kurs Domestic NDF (DNDF) pukul 09:15 WIB:  
PeriodeKurs
1 BulanRp 14.164
3 BulanRp 14.270

Berikut kurs dolar AS di sejumlah bank nasional pada pukul 09:33 WIB:
BankHarga BeliHarga Jual
Bank BNIRp 14.025Rp 14.205
Bank BRIRp 14.090Rp 14.150
Bank MandiriRp 13.970Rp 14.220
Bank BTNRp 14.065Rp 14.215
Bank BCARp 13.958Rp 14.258
CIMB NiagaRp 14.000Rp 14.210

Smber : cnbcnews

Senin, 08 Juli 2019

Kontak Perkasa - Harga Emas Dunia Anjlok Lagi, Sudah di Bawah US$ 1.400/Oz


PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 08/07/2019 -  Harga emas dunia masih terus melemah akibat harapan penurunan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (AS), The Fed yang sedikit pudar.

Pada perdagangan hari Senin (8/7/2019) pukul 09:30 WIB, harga emas kontrak pengiriman Agustus di bursa New York Commodity Exchange (COMEX) melemah 0,11% ke level US$ 1.398,5/troy ounce (Aoz). 

Adapun harga emas di pasar spot turun 0,24% menjadi US$ 1.396,25/troy ounce.

Baca : 

Kontak Perkasa – Waduh, Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp 9.000/Gram

Sepekan kemarin, harga emas COMEX dan Spot juga tercatat melemah masing-masing sebesar 1,46% dan 1,11% secara point-to-point.



Akhir pekan lalu, Departemen Tenaga Kerja AS mengumumkan angkat penciptaan tenaga kerja non-pertanian periode Juni sebesar 224.000.

Angka tersebut jauh lebih besar ketimbang prediksi konsensus yang hanya 160.000 lapangan kerja, mengutip Trading Economics.

Data tenaga kerja merupakan salah satu indikator ekonomi yang digunakan oleh The Fed dalam mengambil kebijakan moneter, termasuk tingkat suku bunga acuan (Federal Funds Rate/FFR).

Jika kondisi tenaga kerja AS masih cukup kuat, alasan The Fed menurunkan suku bunga acuan menjadi lebih terbatas.

Meskipun demikian, probabilitas The Fed menurunkan suku bunga di rapat komite pengambil kebijakan (FOMC) bulan Juli masih 100%.

Mengutip CME Fedwatch, probabilitas FFR turun 25 basis poin mencapai 93,1%. Sementara peluang FFR turun 50 basis poin adalah 6,9%.

Selain itu, data tenaga kerja yang cemerlang juga membuat pelaku pasar bisa mulai tenang untuk masuk ke instrumen-instrumen berisiko. Pasalnya, kondisi tenaga kerja menjadi indikasi perekonomian masih terjaga. Risiko investasi pun sedikit surut. 

Emas yang merupakan instrumen pelindung nilai (hedging) pun agak ditinggalkan.

Pelaku pasar juga mulai berani masuk ke instrumen berisiko akibat optimisme damai dagang AS-China yang kembali muncul.

Baca :  Pasca Presiden AS, Donald Trump dan Presiden China, Xi Jinping bertemu di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada 29 Juni silam, kedua negara sepakat untuk kembali melakukan perundingan dagang.

Bahkan sebuah perundingan antara delegasi dagang kedua negara akan dilakukan pekan ini.

Setidaknya tidak ada risiko eskalasi perang dagang selagi AS dan China berunding. Investasi di aset-aset berisiko seperti saham pun balik diminati. Kilau emas pun semakin pudar.
smber : cnbcnews

Jumat, 05 Juli 2019

PT KONTAK PERKASA - Gairah Investor Mulai Reda, Harga Emas Seakan Tak Bergerak


PT KONTAK PERKASA FUTURES BALI 05/07/2019 - Akibat saling tarik sentimen, pergerakan harga emas masih sangat terbatas. Harapan damai dagang Amerika Serikat (AS)-China dan penurunan suku bunga acuan bank sentral AS, Federal Reserve menjadi sentimen utama yang menarik harga emas ke dua arah.
Baca:

Pada perdagangan hari Jumat (5/7/2019) pukul 09:45 WIB, harga emas kontrak pengiriman Agustus di bursa New York Commodity Exchange (COMEX) naik tipis 0,01% ke level US$ 1.421/troy ounce, setelah ditutup stagnan kemarin.

Sementara harga emas di pasar spot naik 0,24% menjadi US$ 1.418,58/troy ounce, setelah turun 0,24% sehari sebelumnya.




Salah satu yang membuat pelaku pasar tak lagi gencar memburu emas adalah perkembangan yang positif terkait perang dagang Amerika Serikat (AS)-China.

Penasihat Ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow mengatakan bahwa perwakilan kedua negara (AS dan China) tengah merencanakan sebuah perundingan baru.

"Dialog (dengan China) akan berlanjut pada pekan depan," ujar Kudlow, dikutip dari Reuters.

Seorang pejabat dari Kantor Perwakilan Dagang AS (US Trade Representative) belakangan menyebut bahwa dialog tersebut akan melibatkan pejabat tingkat tinggi dan dilakukan melalui sambungan telepon.

Lebih lanjut, Kudlow juga menyebut akan ada dialog lanjutan yang kemungkinan dilakukan dengan tatap muka.

"Saya tak tahu tepatnya kapan. Mereka (delegasi kedua negara) berbicara melalui sambungan telepon. Mereka akan berbicara lagi pada pekan depan melalui sambungan telepon dan mereka akan merencanakan pertemuan tatap muka," kata Kudlow.

Ada kemungkinan rangkaian dialog yang akan dilakukan AS-China ke depan bisa menghasilkan kesepakatan damai dagang.

Atas optimisme tersebut, pelaku pasar mulai bisa sedikit berani untuk agresif dalam berinvestasi. Emas yang biasanya dipilih saat main aman pun tak lagi diborong.

Investor Masih Galau, Harga Emas Seakan Tak BergerakFoto: Gubernur bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve, Jerome Powell

Namun perlu dicatat bahwa investor tidak serta merta meninggalkan emas. Pasalnya masih ada harapan yang besar akan penurunan suku bunga acuan bank sentral AS, The Fed.

Perlu diketahui bahwa akhir bulan Juli, komite pengambil kebijakan (FOMC) The Fed akan kembali menggelar rapat bulanan. Dalam rapat setiap rapat, The Fed biasanya akan mengumumkan kebijakan suku bunga. Bisa ditahan, naik, atau diturunkan.

Mengutip CME Fedwatch, Jumat (5/7/2019), probabilitas The Fed menurunkan suku bunga 25 basis poin di rapat bulan Juli mencapai 72,4%. Ada pula 27,6% kemungkinan suku bunga acuan dipangkas hingga 50 basis poin.

Sementara kemungkinan suku bunga acuan ditahan di kisaran 2,25-2,5% tidak ada sama sekali alias 0%.

Kala suku bunga acuan The Fed turun, maka pasar akan kebanjiran likuiditas dolar. Dolar melimpah ruah karena fasilitas kredit jadi lebih mudah. Dolar tak lagi disimpan dalam kandang dan bertebaran di mana-mana.

Dengan begitu, nilai tukar greenback kemungkinan akan tertekan.

Dalam kondisi tersebut, pelaku pasar akan terpapar risiko penurunan nilai aset akibat perubahan kurs dolar. Bukan hal yang diinginkan tentunya.
Alhasil, emas masih terus dipertahankan sebagai instrumen pelindung nilai (hedging).
smber : cnbcnews